Showing posts with label tentang kammi. Show all posts
Showing posts with label tentang kammi. Show all posts

8/5/10

Bagaimana bergabung dengan KAMMI

Pertanyaan ini biasanya muncul di benak Mahasiswa baru yang ingin mengembangkan potensi dirinya, juga memaksimalkan pembelajaran di kampus yang hanya 4 atau 5 tahun. Usia kampus yang sangat singkat itu menuntus rencana yang matang, termasuk pilihan mengembangkan kapasitas emosional, spiritual, juga kepemimpinan di kampus. Dan pilihan bergabung dengan KAMM adalah pilihan cerdas dan benar.

Untuk bergabung dengan KAMMI, teman-teman hanya perlu  menjadi Anggota Biasa 1 (AB 1) KAMMI. AB 1 KAMMI dapat diperoleh

Baca selengkapnya>>

7 alasan bergabung dengan KAMMI

1. KAMMI adalah gerakan Dakwah Tauhid yang mencita-citakan perbaikan bangsa melalui solusi-solusi Islam,
2. KAMMI dikenal luas sebagai gerakan mahasiswa yang solid, sholeh, dan santun serta memiliki massa/anggota yang besar,
3. Kader-kader KAMMI telah membuktikan raihan prestasi di bidang akademik, entrepreneur, sosial-politik, hingga kebudayaan,
4.  KAMMI memiliki jaringan gerakan yang luas di seluruh Indonesia,

Baca selengkapnya>>

6/17/10

Narasi Gerakan KAMMI

Ada 6 Mihwar Gerakan KAMMI dalam membangun Indonesia:
1. Fase Ideologisasi (80-98)
Jujur saja, secara ideologis kammi lahir tidak di tahun '98. Ideologinya lahir sejak mula gerakan tarbiyah ini tiba di Indonesia, mungkin sekitar era 80-an. Di fase ini terjadi ideologisasi yang luar biasa di kalangan kaum muda dan berhasil menciptakan masyarakat muda dengan model baru di Indonesia. Ideologinya
mengajarkan Islam adalah segalanya, sehingga di antara perbedaan yang terasa adalah masyarakat ini tidak tersentuh dengan setuhan ideologi pancasila yang dipaksakan. Bahkan menganggap rezim berkuasa adalah musuh nyata yang harus ditumbangkan, dan digantikan dengan kebesaran Islam. Di sini tampak nyata bahwa kemenangan Islam adalah jiwa perjuangan kami.

2. Fase Resistensi (98-2004)
Ideologi gerakan tarbiyah ini masif di kampus. Pada saat badai krisis moneter menerjang menuju
krisis ekonomi dan politik, maka para aktivis dakwah kampus pun bersepakat mendirikan kesatuan aksi mahasiswa muslim indonesia. Sejak itu agenda-agenda resistensi kekuasaan semakin massif menjadi agenda perjuangan bangsa Indonesia. Satu hal yang pasti: rezim orba harus segera diakhiri. Kebatilan adalah musuh abadi kammi. Fase resistensi ini terus berlanjut hingga rakyat mendapatkan kesempatan
untuk menentukan pemimpin pilihannya sendiri.

3. Fase Reformulasi (2004-2009)
Fase ini pemerintahan baru dengan legitimasi kuat pilihan rakyat berjalan. Pada saat yang sama
struktur negara pun semakin kuat. Hadir Mahkamah Konstitusi, kokoh pula Komisi Pemberantasan Korupsi, dan lembaga kenegaraan lainnya. Di fase ini masyarakat pun semakin kuat dengan gerakan kemandirian sivil lembaga swadaya masyarakatnya yang menunjukkan hadirnya format sosial baru di Indonesia. Mahasiswa pun hadir tidak lagi sebagai penyambung lidah rakyat, karena rakyat telah
berlidah sendiri untuk memperjuangkan aspirasinya. Mahasiswa dituntut untuk melakukan reformulasi negaranya dengan lebih strategis. Ini yang menjadi tantangan gerakan mahasiswa. KAMMI dalam hal ini menawarkan formulasi model kepemimpinan baru yang dikenal dengan model kepemimpinan muslim negarawan. Tawaran ini adalah cermin dari prinsip gerakan kammi, solusi Islam adalah tawaran perjuangan kammi.

4. Fase Rekonstruksi (2009-2014)
Fase 2009 sebenarnya adalah fase titik balik yang menentukan. Tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi. Namun yang pasti setiap gerakan harus memiliki rencana strategis (renstra) di tengah turbulensi nasional dan global ini. rencana strategis di lima tahun ke depan adalah menggulirkan Narasi Rekonstruksi Kebangsaan. "Rekonstruksi" harus menjadi icon bagi pergerakan Indonesia. Rekonstruksi ini membawa agenda mentransformasikan demokrasi dari demokrasi formal saat ini menuju
demokrasi substansial. Demokrasi yang dibutuhkan bukan lagi keseimbangan kekuasaan (power sharing) antara eksekutif, legislatif, dan yudikatif, melainkan bagaimana rakyat dapat sejahtera, aman secara politik dan ekonomi, dan bermartabat secara budaya. Ini political content yang mesti digulirkan. Di antara political content yang harus dibangun adalah melandaskan ideologi pada kemanusiaan dan keindonesiaan, bukan lagi timur dan barat, atau utara dan selatan, dalam konteks keindonesiaan perlu
dibangun konsep nasionalisme baru, nasionalisme progresif bukan nasionalisme romantis, di titik ini para elit penguasa pun harus mampu membangun politik rekonsiliasi dalam rangka rekonstruksi keindonesiaan, gerakan mahasiswa pun harus lebih banyak tampil mempelopori gerakan-gerakan perbaikan dan konstribusi nyata dalam upaya rekonstruksi baik dari segi amal kemasyarakatan maupun
penyaiapan SDM unggulan.
Di sini, kammi harus mengkonstruk kader-kadernya meningkatkan keahlian di bidangnya dan bergerak sesuai kompetensinya. Kelak, kader yang kompeten di bidang ekonomi syariah bekerja keras memperbaiki resesi ekonomi di sektor real dan makro. Kader di kedokteran pun bekerja memberikan pelayanan kesehatan yang terjangkau bagi masyarakat. Kader di bidang politik pun bersungguh-sungguh
membangun sistem terbaik bagi masyarakat. Para kader pengusaha menjadi perekrut pekerja terbanyak yang turut menyelamatkan ekonomi keluarga miskin dan menambah devisa negara. Agenda rekonstruksi di berbagai level ini sebagai bukti bahwa perbaikan adalah tradisi perjuangan kammi.

5. Fase Leaderisasi (2014-2019)
Bila dalam rentang lima tahun ini kammi berikut para alumnusnya berhasil merekonstruksi bangsa
ini, maka hanya kepercayaan yang akan diberikan masyarakat pada kammi untuk memimpin negeri ini. sudah saatnya umat ini tampil menjadi pemimpin negeri ini diberbagai sektornya, baik di pemerintahan, media, hukum, bidang ketahanan militer, teknologi, informasi, pelayanan, bisnis, rektorat kampus,
dan lain sebagainya. Tentu di fase ini usia kader kammi sudah tidak hanya 20 tahun level mahasiswa melainkan sudah ada yang seusia dengan nabi Yusuf yang layak memimpin negeri. Kepemimpinan harus merata di segala sektor. Yang pasti di fase ini, tidak hanya dari organ kammi (dan alumni) yang memimpin tapi dari organ lainnya yang memiliki jiwa kenegarawanan. Karena disadari yang menyadari
akan pentingnya rekonstruksi sudah sangat massif dan banyak yang ingin berperan. Tapi yang jelas semangat ini adalah implementasi dari spirit kepemimpinan umat adalah strategi perjuangan kammi.

6. Fase Internasionalisasi (2019-2024)
Jika bangsa ini telah bersatu dalam semangat reliji dan kebaikan, maka kebaikan Indonesia harus
diperluas untuk dirasakan oleh negeri lainnya. Karena itu Indonesia harus mengawali spirit global
partnership (kerjasama global) dalam menyelesaikan persoalan-persoalan kemanusiaan. Ini adalah implementasi dari ukhuwah Islamiyah, ukhuwah insaniyah, dan ukhuwah `alamiyah. Kammi berprinsip persaudaraan adalah watak mu'amalah kammi. Jika banyak negara merancang visi 2020, kammi lebih awal di tahun 2019 sudah menabuh genderang global partnership dari negara lainnya yang menghendaki pasar bebas sebebas-bebasnya dengan meyakini tesis pemenang dunia global adalah kapitalisme liberal. Kammi hanya meyakini dengan usaha perbaikan yang telah dilakukannya, kisah kapitalisme liberal Barat yang sangat rakus ini berhasil dihentikan di Indonesia dengan ekonomi barunya, ekonomi
spiritual.

Ini kira-kira kisah perjalanan gerakan peradaban yang telah dan akan kammi gulirkan. Sangat sulit
memprediksi masa depan krn membutuhkan riset yang berlaurt-larut, akan lebih baik jika kita membuat new map (peta baru) perjalanan Indonesia ke depan. Yang pasti, kammi bukanlah semata gerakan
mahasiswa, melainkan juga Harakah Islamiyah. Dan tantangan Harakah Islamiyah di seluruh dunia adalah bagaimana membumikan cita-cita peradabannya di negerinya hingga ke titik temu di dunia global. Semoga di perbedaan agenda gerakan ini, kita memiliki kesamaan tujuan dan persepsi.
Katakanlah: "Hai kaumku, bekerjalah engkau di posisimu, sesungguhnya aku pun bekerja di posisiku, maka kelak kamu akan mengetahui." > (QS. Az-Zumar: 39)

Baca selengkapnya>>

Filosofi & Kredo Gerakan KAMMI

I. Filosofi

ASAS KAMMI

KAMMI berazaskan Islam. ini mengutamakan persaudaraan (ukhuwwah islamiyah) antar sesama mahasiswa muslim Indonesia dan bersifat Independen.

VISI KAMMI

KAMMI merupakan wadah perjuangan permanen yang akan melahirkan kader-kader pemimpin masa depan yang tangguh dalam upaya mewujudkan masyarakat Islami di Indonesia.

MISI KAMMI

   1. Membina keislaman, keimanan, dan ketaqwaan mahasiswa muslim Indonesia.
   2. Menggali, mengembangkan, dan memantapkan potensi dakwah, intelektual, sosial, dan politik mahasiswa.
   3. Mencerahkan dan meningkatkan kualitas masyarakat Indonesia menjadi masyarakat yang rabbani, madani (civil society).
   4. Memelopori dan memelihara komunikasi, solidaritas, dan kerjasama mahasiswa Indonesia dalam menyelesaikan permasalahan kerakyatan dan kebangsaan.
   5. Mengembangkan kerjasama antar elemen masyarakat dengan semangat membawa kebaikan, menyebar manfaat, dan mencegah kemungkaran (amar maruf nahi munkar).

PRINSIP GERAKAN KAMMI

   1. Kemenangan Islam adalah jiwa perjuangan KAMMI
   2. Kebathilan adalah musuh abadi KAMMI
   3. Solusi Islam adalah tawaran perjuangan KAMMI
   4. Perbaikan adalah tradisi perjungan KAMMI
   5. Kepemimpinan umat adalah strategi perjuangan KAMMI
   6. Persaudaraan adalah watak muamalah KAMMI

STATUS, IDENTITAS DAN PERAN

KAMMI adalah organisasi ekstra kampus yang menghimpun mahasiswa muslim seluruh Indonesia secara lintas sektoral, suku, ras dan golongan. KAMMI menghimpun segenap mahasiswa muslim Indonesia yang bersedia bekerjasama membangun negara dan bangsa Indonesia.

KAMMI berperan sebagai wadah dan mitra bagi mahasiswa Indonesia yang ingin menegakkan keadilan dan kebenaran dalam wadah negara hukum Indonesia melalui tahapan pembangunan nasional yang sehat dan bertanggung jawab.

KAMMI mengambil peran sebagai mitra bagi masyarakat dalam upaya-upaya pembangunan masyarakat sipil, demokratisasi dan pembangunan kesatuan/persaudaraan ummat dan bangsa melalui pendampingan/advokasi sosial, kritisi/konstruktif terhadap kebijakan negara yang memarginalisasi masyarakat.

Potret Dinamika KAMMI

Di awal pendiriannya, KAMMI merupakan sebuah jaringan aksi. Setelah tumbangnya rezimentasi Suharto, KAMMI mengalami perubahan format/bentuk pergerakan menjadi sebuah organisasi masyarakat kemahasiswaan ekstra kampus.Hal ini merespons tuntutan di masyarakat akan perlunya wadah bagi pembangunan kepemimpinan di kalangan pemuda terutama mahasiswa.Sejak pendiriannya, KAMMI sudah melakukan 5 (lima) kali Muktamar sebagai forum musyawarah tertinggi organisasi. Dinamika organisasi juga ditandai dengan berkembangnya/berdirinya KAMMI di berbagai daerah di seluruh Indonesia.

Ada beberapa aspek yang menjadi perhatian/concern bagi aktifitas KAMMI :

1. Aspek pembangunan SDM / kaderisasi

Kaderisasi dalam organisasi ibarat menyiapkan kelangsungan hidup/continuity organisasi. Merupakan upaya pembangunan karakteristik ke-Islaman, akidah, akhlaqul karimah, kepemimpinan dan intelektual. Dalam aspek ini meliputi aktifitas rekruitmen, pelatihan berjenjang, up-grading,kursus-kursus dan pembelajaran kepemimpinan baik di dalam organisasi maupun di luar organisasi. Hingga saat ini sudah ada riibuan kader yang telah direkrut dan kemudian sebagian besar kader menjadi pemimpin-pemimpin mahasiswa diberbagai lembaga-lembaga intra kampus maupun ekstra kampus.

2. Aspek Kebijakan Publik dan Intelektualitas

Merupakan aspek pengkritisan terhadap kebijakan-kebijakan negara atas masyarakat, kajian terhadap fenomena masyarakat pada skala lokal, nasional dan global. Kajian dan kritisi merupakan langkah awal untuk melakukan gerakan perubahan menuju perbaikan dan advokasi politik. Aspek ini meliputi telaah kebijakan-kebijakan pemerintahan, penerbitan-penerbitan hasil kritisi kebijakan maupun kontemplasi pemikiran dan pembangunan jaringan ummat pada beragam skala wilayah dan sosial. Pada aspek ini, agenda gerakan mahasiswa ditujukan sebagai pematangan kepemimpinan politik kafer,dan sumbangsih bagi perubahan bangsa.

3. Aspek Sosial Masyarakat

Beragam problem-problem sosial ada di sekitar kita; kemiskinan, keterbelakangan, kriminalitas, kualitas hidup yang rendah, bencana alam dan sebagainya. Problem ini menimbulkan kelemahan dan kerawanan sosial dan bahkan bisa mengancam daya tahan sebuah bangsa. Kepedulian KAMMI diwujudkan dalam bentuk pendampingan/advokasi masyarakat marginal, pendidikan masyarakat lemah, penanganan bencana alam,dan sebagai mitra bagi pemerintah dan organisasi lain untuk bersama mencari solusi atas problem sosial dan budaya.

4. Aspek Ekonomi

Sejumlah kader yang tersebar dalam 43 daerah/jaringan di seluruh Indonesia merupakan potensi ekonmi yang besar. Terlepas dari itu, bahwa pembangunan enterpreneurship dan ruang usaha/ekonomi adalah hal yang sangat penting untuk saat ini ke depan, terutama bagi generasi muda. Aspek ini diwujudkan dengan adanya gerakan Koperasi sebagai gerakan ekonomi KAMMI, pembangunan jaringan usaha baik lokal, nasional dan regional.

5. Aspek Hubungan Masyarakat

Perkembangan masyarakat semakin menuntut kecepatan transformasi informasi dan komunikasi. Dan hal ini sangat besar pengaruhnya bagi pembangunan interrelasi manusia baik secara inpidu maupun kolektif. Aspek ini menekankan pada pembangunan relasi antar inpidu dan institusi baik pada skala nasional maupun global.

6. Aspek Pembangunan Kemuslimahan/Kewanitaan

Masih belum terbangunnya daya gerak dan daya dukung kalangan perempuan (muslimah) telah melahirkan distorsi peran dan psosisi strategis kalangan muslimah dalam pembangunan. Faktor politik, sosial dan budaya yang masih pragmatif, feodal dan liberal telah melahirkan ketidakadilan yang meluas di kalangan wanita. Karena itu pembangunan aspek kemuslimahan ditujukan bagi terbangunnya keberdayaan peran muslimah di segala aspejk kehidupan.


II. Kredo

   1. Kami adalah orang-orang yang berpikir dan berkendak merdeka. Tidak ada satu orang pun yang bisa memaksa kami bertindak. Kami hanya bertindak atas dasar pemahaman, bukan taklid, serta atas dasar keikhlasan, bukan mencari pujian atau kedudukan.
   2. Kami adalah orang-orang pemberani. Hanyalah Allah yang kami takuti. Tidak ada satu makhluk pun yang bisa menggentarkan hati kami, atau membuat kami tertunduk apalagi takluk kepadanya. Tiada yang kami takuti, kecuali ketakutan kepada selain-Nya.
   3. Kami adalah para petarung sejati. Atas nama al-haq kami bertempur, sampai tidak ada lagi fitnah di muka bumi ini. Kami bukan golongan orang yang melarikan diri dari medan pertempuran atau orang-orang yang enggan pergi berjihad. Kami akan memenangkan setiap pertarungan dengan menegakkan prinsip-prinsip Islam.
   4. Kami adalah penghitung risiko yang cermat, tetapi kami bukanlah orang-orang yang takut mengambil risiko. Syahid adalah kemuliaan dan cita-cita tertinggi kami. Kami adalah para perindu surga. Kami akan menyebarkan aromanya di dalam kehidupan keseharian kami kepada suasana lingkungan kami. Hari-hari kami senantiasa dihiasi dengan tilawah, dzikir, saling menasehati dalam kebenaran dan kesabaran, diskusi-diskusi yang bermanfaat dan jauh dari kesia-siaan, serta kerja-kerja yang konkret bagi perbaikan masyarakat.Kami adalah putra-putri kandung dakwah, akan beredar bersama dakwah ini ke mana pun perginya, menjadi pembangunnya yang paling tekun, menjadi penyebarnya yang paling agresif, serta penegaknya yang paling kokoh.
   5. Kami adalah orang-orang yang senantiasa menyiapkan diri untuk masa depan Islam. Kami bukanlah orang yang suka berleha-leha, minimalis dan loyo. Kami senantiasa bertebaran di dalam kehidupan, melakukan eksperimen yang terencana, dan kami adalah orang-orang progressif yang bebas dari kejumudan, karena kami memandang bahwa kehidupan ini adalah tempat untuk belajar, agar kami dan para penerus kami menjadi perebut kemenangan yang hanya akan kami persembahkan untuk Islam.
   6. Kami adalah ilmuwan yang tajam analisisnya, pemuda yang kritis terhadap kebatilan, politisi yang piawai mengalahkan muslihat musuh dan yang piawai dalam memperjuangkan kepentingan umat, seorang pejuang di siang hari dan rahib di malam hari, pemimpin yang bermoral, teguh pada prinsip dan mampu mentransformasikan masyarakat, guru yang mampu memberikan kepahaman dan teladan, sahabat yang tulus dan penuh kasih sayang, relawan yang mampu memecahkan masalah sosial, warga yang ramah kepada masyarakatnya dan responsif terhadap masalah mereka, manajer yang efektif dan efisien, prajurit yang gagah berani dan pintar bersiasat, prajurit, diplomat yang terampil berdialog, piawai berwacana, luas pergaulannya, percaya diri yang tinggi, semangat yang berkobar tinggi.

Baca selengkapnya>>

KILAS BALIK SEJARAH LAHIRNYA KAMMI


DASAR KEMUNCULAN

Kelahiran Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) didasarka pada beberapa hal berikut:
1. Adanya indikator yang mematikan potensi bangsa.
2. Urgensi Sebuah Tuntutan Reformasi
3. Adanya Kepentingan Umat Islam Untuk Segera Berbuat
4. Aksi Demontrasi dan Mimbar Bebas Semakin Menjamur.
5. Mahasiswa Islam Merupakan Elemen Sosial.
6. Suara Umat Islam Mulai Terabaikan.
7. Depolitisasi Kampus Memandulkan Peran Mahasiswa.

WAKTU KELAHIRAN

KAMMI muncul sebagai salah satu kekuatan alternatif Mahasiswa yang berbasis mahasiswa Muslim dengan mengambil momentum pada pelaksanaan Forum Silahturahmi Lembaga Dakwah Kampus (FS-LDK) X seindonesia yang diselenggarakan di Universitas Muhammadiyah Malang. Acara ini dihadiri oleh 59 LDK yang berafiliasi dari 63 kampus (PTN-PTS) diseluruh Indonesia. Jumlah peserta keseluruhan kurang lebih 200 orang yang notabenenya para aktifis dakwah kampus. KAMMI lahir para ahad tanggal 29 April 1998 PK.13.00 wib atau bertepatan dengan tanggal 1 Dzulhijah 1418 H yang dituangkan dalam naskah Deklarasi Malang.

PEMILIHAN NAMA

Pemilihan nama Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia yang kemudian disingkat KAMMI mengandung makna atau memiliki konsekwensi pada beberapa hal yaitu :

1. KAMMI adalah sebuah kekuatan terorganisir yang menghimpun berbagai elemen Mahasiswa.
2. Muslim baik perorangan maupun lembaga yang sepakat bekerja dalam format bersama KAMMI.
3. KAMMI adalah sebuah gerakan yang berorientasi kepada aksi real dan sistematis yang dilandasi gagasan konsepsional yang matang mengenai reformasi dan pembentukan masyarakat Islami (berperadaban).
4. Kekuatan inti KAMMI adalah kalangan mahasiswa pada berbagai stratanya yang memiliki komitmen perjuangan keislaman dan kebangsaan yang jelas dan benar.
5. Visi gerakan KAMMI dilandasi pemahaman akan realitas bangsa Indonesia dengan berbagai kemajemukannya, sehingga KAMMI akan bekerja untuk kebaikan dan kemajuan bersama rakyat, bangsa dan tanah air Indonesia.

PERJALANAN KEPENGURUSAN

Kepengurusan pertama adalah periode al-akh Fahri Hamzah, yakni sejak Deklarasi sampai Muktamar I di Bekasi pada bulan November 1998. Periode ini memfokuskan aktivitasnya kepada aktualisasi jaringan nasional untuk mengambil peran historis secara heroik dalam proses reformasi di Indonesia, yakni dengan menggiatkan aksi secara simultan, merata, kontinyu, dan menegaskan komitmen reformasi yang jelas. Periode ini adalah masa launching ke hadapan publik dan positioning awal KAMMI sebagai elemen gerakan mahasiswa yang diharap selalu mengambil peran terdepan dalam perjalanan sejarah Indonesia.

Periode kedua adalah masa al-akh Fitra Arsil, yang terpilih untuk menggantikan akh Fahri dalam Muktamar I dan menjalankan amanah sampai Muktamar II di Yogyakarta pada bulan November 2000. Periode ini memiliki tugas untuk secara serius menata infrastruktur organisasi KAMMI yang establish dan merancang sistem kaderisasi KAMMI yang lebih terstruktur.Juga melakukan berbagai aksi sosial dan kemanusiaan untuk ikut mengatasi beban rakyat yang ditimbulkan oleh krisis berkepanjangan.

Periode ketiga adalah masa al-akh Andi Rahmat yang terpilih dalam Muktamar II KAMMI di Yogyakarta dan direncanakan menjabat sampai tahun 2002. Periode ini menekankan pentingnya positioning strategis KAMMI di tengah pluralitas gerakan yang ingin mewarnai proses transisi di Indonesia. Namun hal tersebut tidak berlangsung lama, akh Andi Rahmat menyatakan mundur dari jabatannya pada bulan Maret 2001. Menyikapi hal tersebut, Badan Permusyawaratan (BP) KAMMI Pusat berinisiatif untuk menyelenggarakan Muktamar Luar Biasa (MLB) KAMMI di Bandung pada tanggal 20-22 April 2001. Muktamar tersebut memutuskan untuk merubah sistem kepemimpinan terpusat menjadi sistem kepemimpinan kolektif, yang akhirnya memilih sembilan orang sebagai anggota Pimpinan Pusat (PP) KAMMI, yakni:

Akbar Zulfakar (Ketua Umum);
Purwoko Kurniawan (Ketua Kaderisasi);
Muhammad Badaruddin (Ketua Kastrat);
Elvis Bakri (Ketua Teritorial/KT I);
Ach. Fauzi I. (KT-II);
Supriyadi (KT-III);
Hermawan (KT-IV);
Suparmono (KT-V); dan
Yusran (KT-VI).

Muktamar III Lampung tanggal 1-9 September 2002 memutuskan untuk memilih

Muhammad Hermawan, S.Si sebagai Ketua Umum dan
Fahmi Rusdi, LC sebagai Sekretaris Jendral,

juga dipilih anggota Pimpinan Pusat (PP) KAMMI, yakni
Marwansyah (Ketua Teritorial/KT I);
Febriansyah (KT-II);
Yuli Widi Astono (KT-III);
Teguh, ST (KT-IV);
Imron Rosyadi (KT-V); dan
M. Dwi Tanjuri(KT-VI),
Jauhari (KT-VII).

Sumber : KAMMI Pusat

Departemen Humas
Divisi Media

Baca selengkapnya>>

3/17/10

Menjadi Kader AB2

Dalam konstitusi, Karakter Organisasi KAMMI dijelaskan bahwa KAMMI bersifat organisasi kader (harokatut tajnid) dan organisasi pergerakan (harokatul amal). Sebagai harakatut tajnid, maka konsekuensinya adalah adanya pewarisan nilai-nilai dan spirit pada generasi pemegang tongkat berikutnya. Kaderisasi inilah yang menjadi ujung tombak sebuah organisasi.

Permasalahan kader sering menjadi masalah klasik yang senantiasa kita dengar. Semakin baik sebuah organisasi menangani kadernya, hal ini terukur dengan tiga hal paling tidak: Pertama, tercukupinya struktur internal organisasi yang bersangkutan sehingga target-target gerakan dapat dicapai Kedua, adanya manuver-manuver eksternal yang progresif yang dilakukan gerakan secara komunal maupun manuver-manuver yang dilakukan oleh kader yang berada di dalam kontrol gerakan. Ketiga teroptimalkannya sejumlah potensi baik fikriyah, jasadiyah dan ruhiyah seluruh kader.

KAMMI mengenal sistem rekrutmen anggota [kader] melalui tiga jenjang: Daurah Marhalah I, DM II dan DM III. Dalam konstitusi dinyatakan bahwa “anggota dinyatakan sebagai Anggota Biasa II apabila telah dinyatakan lulus Dauroh Marhalah II, dan dinyatakan sebagai Anggota Biasa III apabila telah dinyatakan lulus Dauroh Marhalah III.” Penjenjangan ini bukan sebuah hierarki tertutup. Aturan ini lebih berfungsi sebagai pengatur distribusi kader sesuai dengan kafaah yang dimilikinya. Secara lugas telah dijelaskan dalam GBHO KAMMI:

“Agar dakwah dapat tumbuh secara berkelanjutan secara seimbang, tetap berada pada orientasi yang benar, mampu mengelola amanah dan masalah, dan terus memiliki kekuatan untuk mewujudkan tujuan-tujuannya, maka KAMMI menyusun dirinya atas unsur-unsur sebagai berikut:

1. qo’idah ijtima’iyah (basis sosial), yaitu lapisan masyarakat yang simpati dan mendukung perjuangan KAMMI yang meliputi masyarakat umum, mahasiswa, organisasi dan lembaga swadaya masyarakat, pers, tokoh, dan lain sebagainya.

2. qo’idah harokiyah (basis operasional), yaitu lapisan kader KAMMI yang bergerak di tengah-tengah masyarakat untuk merealisasikan dan mengeksekusi tugas-tugas dakwah yang telah digariskan KAMMI.

3. qo’idah fikriyah (basis konsep), yaitu kader pemimpin, yang mampu menjadi teladan masyarakat, memiliki kualifikasi keilmuan yang tinggi sesuai bidangnya, yang menjadi guru bagi gerakan, mengislamisasikan ilmu pengetahuan pada bidangnya, dan memelopori penerapan solusi Islam terhadap berbagai segi kehidupan manusia.

4. qo’idah siyasiyah (basis kebijakan), yaitu kader ideolog, pemimpin gerakan yang menentukan arah gerak dakwah KAMMI, berdasarkan situasi dan kondisi yang berkembang.

Keempat unsur tersebut merupakan piramida yang seimbang, harmonis dan kokoh, yang menjamin keberlangsungan gerakan KAMMI

Berkaitan dengan posisi Anggota Biasa II (AB II) KAMMI, diterangkan bahwa kader AB II memiliki kafaah sebagai basis konsep. Piramida ini menunjukkan bahwa seorang AB II dituntut memiliki kemampuan untuk membuat konsep besar gerakan berdasar ideologi KAMMI yang telah ditetapkan. AB II menduduki sebagai qa’idah fikriyyah, yaitu para pemikir dan konseptor gerakan.

Sebagai basis pemikir, dalam Indeks Jatidiri Kader [IJDK] AB II dijelaskan bahwa, seorang AB II harus memiliki kafaah sebagai berikut:
Aqidah

1. Paham tiga macam tauhid
2. Memahami Allahu Ghoyatuna
3. Memahami Rasul Qudwatuna
4. Menjauhi dari dosa-dosa kecil
5. Memahami ibadah sebagai pengabdian total kepada Allah
6. Tidak mengkafirkan sesama muslim

Akhlaq:

1. Memahami indahnya berukhuwah dalam Islam
2. Terbiasa untuk berukhuwah dengan saudaranya ketika kita mengemban sebuah amanah
3. Jauh dari sifat dengki
4. Menepati janji
5. Rela berkorban dalam dakwah Islam
6. Terbiasa melakukan amalan-amalan sunnah

Manhaj :

1. Memahami urgensi amal jama’i dan memiliki kemampuan untuk melakukannya
2. Memahami Islam di era madaniyah
3. Memahami urgensi kaderisasi
4. Mampu merancang aksi
5. Memiliki kemampuan pengenalan medan dakwah
6. Memahami perubahan sosial dimulai dari individu, kemudian masyarakat, keluarga.

Fikrah :

1. Mengenal pertempuran antara yang haq dan bathil
2. Mengenal pemikiran-pemikiran yang memusuhi Islam
3. Memiliki fikrah Islami

Siyasah:

1. Memahami problematika kaum muslimin
2. Memahami sistem sosial politik Indonesia
3. Mampu menganalisis berbagai fenomena secara lisan
4. Mampu menganalisis berbagai fenomena secara tulisan
5. Paham dasar-dasar konsep perubahan
6. Memiliki kredibilitas sosial dan politik di lingkungannya

Skill: Mampu merancang aksi dan mobilisasi massa.

Jika dikaitkan dengan paradigma gerakan, seorang AB II harusnya sudah memahami apa yang disebut sebagai Intelektual Profetik. Gerakan Intelektual Profetik yaitu gerakan yang mempertemukan nalar akal dan nalar wahyu pada usaha perjuangan perlawanan, pembebasan, pencerahan, dan pemberdayaan manusia secara organik. Intelektual profetik adalah proses membangun kesadaran, membentuk paradigma dan menggerakkan secara massif dan organik. Intelektual profetik lahir bukan hanya untuk berwacana atau meneggelamkan diri dalam lautan buku dan diskusi belaka, namun untuk membentuk smart muslim fighter. Siapkah antum?***

Baca selengkapnya>>

Followers

KAMMI DAERAH SLEMAN ©Template Blogger Green by Dicas Blogger.

SIGN IN